
NAMLEA – Kabar haru dan menggembirakan menyelimuti Kecamatan Namlea, Pulau Buru, Maluku. Dua pemuda putra daerah, Fans dan Sidik, secara resmi memeluk agama Islam (mualaf) melalui program dakwah dan pemberdayaan yang digerakkan oleh mahasiswa Global Village Ambassadors (GVA) IAI Ar-Rohman.
Dakwah Berbasis Pemberdayaan
Program ini merupakan bagian dari inisiatif strategis pengabdian mahasiswa GVA IAI Ar-Rohman yang berfokus pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Berbeda dengan pola pengabdian biasa, para mahasiswa terjun langsung dan menetap bersama masyarakat adat serta komunitas mualaf di pelosok Pulau Buru.
Pola pendekatan yang diterapkan menitikberatkan pada dakwah berbasis pemberdayaan. Mahasiswa tidak hanya memberikan pendampingan spiritual, tetapi juga terlibat aktif dalam:
- Pendidikan: pemberantasan buta aksara dan penguatan literasi.
- Sosial: pendampingan kesehatan dan harmonisasi kemasyarakatan.
- Ekonomi: penguatan potensi ekonomi lokal berbasis sumber daya daerah.
Pendampingan Berkelanjutan
Bagi GVA IAI Ar-Rohman, proses syahadat merupakan langkah awal dari sebuah komitmen panjang. Program ini memastikan para mualaf mendapatkan pendampingan intensif agar mampu memahami ajaran Islam secara komprehensif, moderat, dan mandiri.
“Kami tidak hanya memfasilitasi prosesi syahadat, tetapi hadir untuk memastikan nilai-nilai Islam menyatu dalam kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar perwakilan tim GVA.
Pembinaan Karakter
Pasca bersyahadat, Fans dan Sidik dijadwalkan mengikuti program pembinaan intensif yang dipandu langsung oleh tim mahasiswa GVA. Fokus pembinaan meliputi:
- Penguatan dasar-dasar akidah dan tauhid
- Bimbingan praktis tata cara ibadah sehari-hari
- Pembentukan karakter Islami melalui keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat
Melalui sinergi ini, IAI Ar-Rohman berharap kehadiran mahasiswa GVA dapat menjadi jembatan kemajuan bagi masyarakat adat di Pulau Buru, sekaligus mencetak kader dakwah yang adaptif dan solutif.


Leave a Reply